AAOS 2008

Oleh-oleh dari AAOS kemarin nih..
yaa,,sedikit rada narsis sie…🙂

aaos1

aaos2

MENRISTEK MEMBUKA KONFERENSI OPEN SOURCE ASIA AFRIKA

Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, membuka secara resmi Konfererensi Open Source Asia Afrika (AAOS) pada 18 November 2008 di Ruang Auditorium BPPT. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 18-19 November 2008 dan diikuti oleh 160 peserta dari 13 negara di kawasan Asia Pasifik, yaitu Malaysia, Austria, Jepang, Iran, Palestina, Afrika Selatan, Kuwait, Aljazair, India, Vietnam, Amerika, Jerman, dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Kusmayanto menjelaskan antara tiga mitos negatif yang beredar di kalangan pengguna komputer hingga mengurungkan niat mereka bermigrasi ke open source. Alasan mereka adalah 1) open source dianggap hanya layak digunakan para pakar teknologi informasi; 2) kalangan pebisnis masih banyak yang mempertanyakan apa keuntungan bagi mereka jika bermigrasi ke open source; dan 3) masih banyak yang pesimistis soal dukungan yang diberikan open source, seperti tersedianya aplikasi dan hardware pendukung dan lainnya. Terhadap tiga mitos tersebut, Menneg Ristek mengatakan open source bukan hanya untuk pakar TI, tetapi semua orang bisa memakainya dan open source sudah memiliki interoperability dengan software lain.

Sementara itu Engkos Koswara, Staf Ahli Menristek bidang TIK mengatakan konferensi akan membicarakan antara lain tentang pengembangan open source di Asia Afrika yang meliputi OSS policy, Education, open technology, ODF, OS challenges, Open Grid Computing, e-business on OSS, Overview of OS Development.

Pertemuan tersebut menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengetahuan mengenai pengembangan dan penerapan open source. Di antaranya Prof. A Min Tjoa (Vienna University of Technology), Crawford Beveridge (Vice President Sun Microsystems), Jaijit Bhattacharya (Sun Microsystems India), Aslam Raffee (Departemen Sains dan Teknologi Afrika Selatan), Van Hoai Tran (HO Chi Minh University of Technology), dan Kazuhiro Oki (Center of the International Cooperation for Computerization).

Pertemuan AAOS merupakan hasil rekomendasi Konferensi Asia Afrika pada tahun 2005. Pada saat itu, salah satu hasil konferensi mendiskusikan implementasi informasi berbasis pengetahuan untuk menjembatani kesenjangan digital di antara negara-negara berkembang di Asia Afrika. Acara ini juga akan membahas tentang persiapan penyelenggaraan World Summit on Open Source 2009.

Selain itu, AAOS juga didukung dalam pertemuan World Summit on the Information Society (WSIS) 2003 di Geneva, Swiss. WSIS menghasilkan salah satu rencana aksi pemanfaatan teknologi terbuka untuk pengembangan berkelanjutan, antara lain upaya pemanfaatan open source, open protocol, maupun open hardware. (humasristek)

Sumber : http://www.ristek.go.id/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: